Tips Kesehatan

Deteksi Jenis Penyakit Autoimun Secepatnya agar Tidak Semakin Parah

Ramai jenis penyakit autoimun mulai mencuat dan menarik perhatian masyarakat luas setelah selebriti Ashanty menderita sakit tersebut. Padahal, kondisi kesehatan ini cukup parah dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan kematian kepada penderita jika tidak kuat.

Tapi, apabila kondisinya dapat diatasi dan ditangani sedari dini maka kondisi tidak akan semakin parah. Ancaman kematian juga tidak akan menghantui, asalkan setiap orang peka dan peduli dengan kondisi kesehatan tubuh mereka masing-masing demi menghindari sakit.

Kondisi seperti ini menyebabkan imun yang seharusnya berfungsi untuk melawan berbagai penyakit justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan fungsi yang terganggu ini secara otomatis tubuh tidak menjalankan perlawanan secara tepat ketika bakteri datang.

Kondisinya mungkin tidak akan terasa langsung drop, namun secara bertahap menggerogoti tubuh sampai akhirnya tidak ada pertahanan lagi. Sederhananya untuk menjaga daya tahan perlu adanya pola hidup sehat secara kontinyu agar tubuh selalu terasa bugar dan segar.

Paling penting untuk memastikan badan selalu sehat adalah dengan menghindari stress atau penyebabnya. Selalu berusaha mengalihkan pikiran dengan kegiatan positif membantu badan maupun pikiran merasakan dampak baik dari terhindarnya berbagai rasa tertekan.

Kenali Tanda-tanda Tubuh Mengalami Penyakit Autoimun

Sebenarnya terganggunya daya tahan tubuh ini dapat disebabkan oleh berbagai hal dan setiap orang akan mengalami gejala berbeda. Seringkali tidak banyak orang peka karena kondisinya mirip dengan berbagai penyakit lain.

Jenis-jenis penyakit autoimun ternyata ada banyak, seperti:

1. Lupus

Bagi penderita lupus, tanda-tanda terjadinya autoimun adalah sariawan terlalu sering, rambut rontok, pucat, kerap demam, penyakit kulit sulit sembuh, dan nyeri pada area sendi. Komplikasi semakin parah bisa terjadi jika tidak ada penanganan tepat sedari dini.

2. Skleroderma

Orang-orang yang menderita skleroderma cenderung mengalami penebalan dan kulit kaku serta perubahan warna saat berada pada cuaca dingin. Efek bahaya jika dibiarkan adalah menyebabkan kegagalan organ yang tidak bisa dihindari sama sekali.

3. Ankylosing Spondylitis

Waspada bagi pria muda yang kerap merasa nyeri pinggang di pagi hari kemudian kondisinya membaik setelah beraktivitas. Jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kelainan pada tulang belakang sehingga tubuh kesulitan untuk membungkuk.

4. Rheumatoid Arthritis

Gejala ini terjadi pada area tangan, terutama pada pagi hari dengan kondisi pegal berlebih. Jika tidak mendapatkan penanganan maksimal maka berpotensi menyebabkan kecacatan. Khususnya ibu rumah tangga harus waspada karena bisa saja menyangka pegal akibat beres-beres rumah.

Begitu juga bagi profesi lainnya, intensitas menggunakan tangan untuk bekerja memang rentan membuat tubuh merasa pegal. Namun, jika dibiarkan berlanjut maka bukan tidak mungkin merupakan sinyal jenis penyakit autoimun pada tubuh dan butuh pengobatan ahli.

Setiap gejala pada penderita berbeda, tergantung mengalami jenis penyakit yang mana. Karena gejalanya sulit terdeteksi dari awal maka sebaiknya ketika sudah mendapatkan diagnosa, segera melakukan perawatan maksimal.

Penyebab dan Cara Penanganannya

Selain faktor genetik, penyebab terjadinya jenis penyakit autoimun belum dapat diketahui secara pasti. Namun, jika dirunut ke akarnya maka bisa jadi adanya serangan virus dan bakteri menjadi pemicu utama terjadinya autoimun pada pasien dengan riwayat bersih dari gennya.

Tenaga kesehatan sendiri sebenarnya belum dapat secara cepat memastikan seseorang terjangkit autoimun. Karena penyebaran begitu lambat sehingga butuh waktu dalam jangka tertentu guna pemantauan dan melihat seperti apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh.

Gejala mirip dengan penyakit lainnya yang juga mengaburkan penilaian jika segera divonis. Namun, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes lab guna memastikan kondisi tubuh sebenarnya. Semua organ akan diperiksa mendetail menggunakan alat.

Sebenarnya untuk menangani secara utuh, sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar dapat memulihkan kondisi kesehatan 100%. Namun, dokter memiliki resep untuk meringankan gejala sehingga penderita dapat beraktivitas seperti biasa.

Sangat penting dipahami untuk tidak sembarangan konsumsi obat tanpa resep dokter. Meskipun katanya baik, namun reaksi tubuh setiap orang berbeda-beda.

Dokter juga tidak sembarangan meresepkan obat, semua tergantung kondisi tubuh masing-masing pasien. Yang pasti, biasanya yang diberikan kepada penderita jenis penyakit autoimun adalah pereda nyeri serta obat untuk menghambat penyebaran penyakit ke seluruh bagian tubuh penderita.

Baca Juga:  Sudah Tahu Belum, ini Tips Begadang Sehat untuk Semua Orang

Baca Juga

Back to top button